Orang Sakti Duduk di Pelapah Pohon Kelapa Bikin Heboh Warga
Saturday, October 6, 2018
Edit
Pawai nasi adab peringatan HUT Kobar ke-59 berlangsung meriah. Namun dari ratusan kelompok peserta pawai, penampilan ‘orang sakti’ duduk di pelapah daun kelapa yang paling menyita perhatian.
Kelompok ini berasal dari RT 01, Dusun Makarti Jaya (despot), Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kalimantan Barat.
Orang sakti tersebut duduk di atas pelapah pohon kelapa setinggi empat meter. Ketika melintas setiap penonton langsung mengarahkan kamera telepon genggamnya untuk sekadar mengambil gambar (foto) hingga mengabadikannya menjadi sebuah video.
Sosok orang sakti merupakan gambaran dari salah seorang Wali Songo, sang penyebar agama Islam dari tanah Jawa.
Para penonton tampak heran sekaligus bertanya-tanya bagaimana cara orang berjubah yang memegang tasbih besar itu bisa duduk bersila di pelepah pohon kelapa.
“Subhanallah ini kreativitas tingkat tinggi dan memberikan warna lain dari peserta pawai nasi adab HUT Kobar tahun 2018 ini. Sangat menghibur dan memberikan filosofi bahwa Kecamatan Kolam merupakan daerah religi,” ucap salah seorang penonton terkagum-kagum.
Tak hanya warga Kobar, atraksi yang diperagakan oleh Lalu Pendi Wahyudi (17), pelajar kelas X MA Manbaul Ulum, Despot, Kecamatan Kolam ini juga membuat terkesima turis mancanegara.
“Oh my god,” ujar seorang perempuan asing yang berdiri di pinggir jalan sambil memegang sebatang lemang makanan khas Kolam di tangannya.
Selain memiliki kreativitas tinggi, rombongan pawai dari Kecamatan Kolam memang selalu menjadi incaran penonton.
Setiap kali pawai, rombongan ini selalu membawa lemang yang menjadi hiasan atau bagian dari miniature miniatur bangunan yang dibawanya.
“Lemang dan gula arennya sudah habis sebelum garis finis, ada yang jadi rebutan penonton ada juga yang sengaja dikasihkan, seperti untuk Bupati dan Wakil Bupati Kobar serta Gubernur Kalteng, sebagai tanda selamat (cinderamata) dari kami,” kata Gusti Sadikin, salah satu tokoh masyarakat Kolam.
Camat Kolam Yudhi Hudaya juga mengatakan bahwa mereka membawa miniatur bangunan jorong (lumbung) padi, masjid dan makam Kiai Gede serta gambar atau desain embung Danau Gatal.
Disamping itu ada juga replika pohon aren dan gula merah serta demontrasi cara memasaknya. Dengan harapan bahwa kuliner dan bangunan yang bersejarah di Kabupaten Kobar ini dapat diketahui generasi muda. Sehingga mereka tidak meninggalkan sejarah Kolam yang merupakan cikal bakal kota Pangkalan Bun dan Kabupaten Kobar.
“Alhamdulillah gula aren ini mendapat sambutan khusus dari Gubernur Kalteng bapak Sugianto Sabran dengan langsung memborong gula merah yang dibawa utusan kelurahan Kotawaringin Hulu,” kata mantan Sekretaris Kecamatan Pangkalan Banteng ini.
“Warga Kolam harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk mempromosikan wilayahnya terutama makam Kiai Gede, sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kabupaten Kobar,” terangnya.
Sumber: pojoksatu.id