Menjelang Wafat, Nabi Muhammad Saw Berdoa dengan Doa Ini
Friday, December 7, 2018
Edit
Kematian adalah hal yang niscaya dialami manusia. Siapapun cepat atau lambat akan merasakan kematian serta tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan ia akan meninggalkan dunia yang fana.
Allah Swt. menjadikan kematian bagi manusia sebagai gerbang menuju fase kehidupan yang lain, yaitu kehidupan setelah mati.
Apa yang terjadi setelah mati adalah kita dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan di dunia.
Karena itulah, manusia senantiasa diingatkan oleh Allah untuk selalu memperhatikan apa yang dilakukannya di dunia, agar saat menghadapi kematian agar wafat dalam keadaan yang baik (husnu al-khatimah).
Imam al-Nawawi dalam kitab al-Azkar menyebutkan riwayat tentang apa yang diucapkan Nabi Saw. ketika menjelang wafatnya.
Salah satu yang dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah mengusap wajah dengan air lalu berdoa.
Berikut ini adalah riwayatnya seperti disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi dan Sunan Ibn Majah, dari ‘Aisyah Ra.
ﺭﺃﻳﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ ﻭﻋﻨﺪﻩ ﻗﺪﺡ ﻓﻴﻪ ﻣﺎﺀ ﻭﻫﻮ ﻳﺪﺧﻞ ﻳﺪﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺪﺡ ﺛﻢ ﻳﻤﺴﺢ ﻭﺟﻬﻪ ﺑﺎﻟﻤﺎﺀ ﺛﻢ ﻳﻘﻮﻝ : ﺃَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃَﻋِﻨِّﻲْ ﻋَﻠﻰ ﻏَﻤَﺮَﺍﺕِ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﻭَﺳَﻜَﺮَﺍﺕِ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ
"Aku melihat Rasullah Saw. saat sudah dekat kematiannya. Disampingnya ada wadah berisi air. Ia lalu memasukkan tangannya kedalam wadah lalu mengusap wajahnya dengan air. Kemudian ia berdoa, Allahumma A’inni ‘ala Ghamaraati al-Mawti wa Sakaraati al-Mawti" "Ya Allah, tolonglah aku dari perih dan kesulitan kematian."
Di dalam riwayat lain, seperti dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, ‘Aisyah Ra. juga mendengar Rasulullah Saw. mendengar doa yang lain,
ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ ﻣﺴﺘﻨﺪ ﺇﻟﻲ ﻳﻘﻮﻝ : ﺃَﻟّﻠﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨِﻲْ ﻭَﺃَﻟْﺤِﻘْﻨِﻲْ ﺑِﺎﻟﺮَّﻓِﻴْﻖِ ﺍﻷَﻋْﻠﻰ
"Aku mendengar Nabi Saw berkata saat ia sedang bersandar kepadaku, Allahummaghfirli warhamni wa alhiqni birrafiq al-a’laa, Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, dan antarkanlah aku ke ar-rafiq al-a’la (tempat berkumpul para Nabi."
Semoga kita diberikan kemudahan menghadapi kematian dan dapat wafat dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.
Sumber: bincangsyariah.com